Mbah Marijan Meninggal sebagai Pahlawan ?

Posted: November 3, 2010 in Case, Fenomena
Tag:

Sebelum membahas masalah Mbah Marijan, pernahkah terlintas pada diri anda apakah saat sebelum larva menyembur keluar dan menghantam sebuah rumah yang terletak 4 km disana Tuhan tidak memberi pertolongan dan peringatan ???

JAWABANNYA ADALAH YA !!

simak kisah penuh inspiratif ini

“Menunggu Pertolongan Tuhan”

Penulis: Kang Aidil Heryana

Kampung itu terkenal sebagai pelanggan banjir. Hampir setiap tahun, banjir seperti sudah terjadwal. Maklum kampung itu termasuk DAS daerah aliran sungai. Banjir bagi warga di sana sudah seperti ‘tamu’ karena menjadi peristiwa biasa. Artinya biasa menghadapinya sendiri, biasa melakukan penyelamatan sendiri. Apalagi ba’da banjir biasa bersih-bersih rumah sendiri. Menghadapi aneka sampah dengan aneka aroma. Selalu seperti itu.

Acap kali banjir datang selalu saja menyisakan banyak cerita menarik. Baik cerita suka maupun cerita duka. Namun dari sekian banyak cerita bagi warga kampung itu ada yang tak bisa dilupakan. Suatu kali terjadi banjir yang terbilang dahsyat. Air menggenangi setiap rumah bukan lagi di atas mata kaki, sebetis, sepinggang atau seleher. Tapi air sudah mencapai atap rumah.

Waktu itu ada seorang anak muda, dia masih tetap bertahan di atap rumahnya, dia sedang menunggu pertolongan. Padahal saat itu semua tetangganya sedang sibuk evakuasi dan berusaha mengungsi ke kampung lain untuk menghindari banjir. Pemuda itu tetap berdiri bertahan seraya berkata, “Tuhan akan menolongku jika aku terus berdoa!”

Sewaktu air baru setinggi pinggang, datanglah temannya dengan membawa ban karet mencoba mengajaknya untuk segera meninggalkan rumahnya dan pindah ke kampung sebelah.

“Tidak, Aku yakin Tuhan akan menolongku,” sergah pemuda itu menepis ajakan temannya. Akhirnya si teman pergi, dan air semakin meninggi sampai setinggi leher.

Kemudian datanglah para petugas SAR dengan perahu karet mengajak si pemuda untuk segera meninggalkan tempatya, akan tetapi lagi-lagi ajakan itu ditolak dengan alasan,“Tidak, Tuhan akan menolongku, aku sudah berdoa kepada NYA.”

Saat ketinggian air sudah mencapai atap rumahnya, datanglah bala bantuan dengan menggunakan helikopter untuk mengajak si pemuda tadi pergi, karena sebentar lagi hampir seluruh rumah akan terendam. Tapiii…lagi-lagi si pemuda tetap pada pendiriannya, bertahan dengan alasan yang sama bahwa Tuhan akan menolongnya. Namun arus begitu deras, tidak ada tempat bertahan lagi, sampai akhirnya dia digulung air deras dan tenggelam…

Nasib naas pemuda itu menjadi pembicaraan hangat di antara warga. Sanak saudara, teman, tetangga merasa sudah berusaha keras menolongnya. Namun sikap unlogic pemuda itulah penyebab peristiwa fatal itu terjadi.

Ketika seorang teman datang dengan ban karet. Ketika petugas SAR datang dengan perahu karet. Ketika petugas lain datang dengan helikopter, itulah sesungguhnya pertolongan Allah. Pemuda itu keliru memahami datangnya pertolongan Allah. Sesungguhnya pertolongan Allah itu sudah datang, sudah menghampirinya

Dan Inilah Proses sebelum Mbah Marijan Meninggal

Mbah Marijan – Berikut ini berita dan rekaman foto video mbah marijan tewas youtube dimana dia adalah juru kunci Gunung Merapi yang belakangan ini terus bergejolak hingga akhirnya malam tadi (26-10-10) kembali menelan korban jiwa termasuk Mbah Marijan. Pria yg mempunyai nama asli Mas Penewu Suraksohargo ini diyakini telah tewas di dalam rumahnya yang berjarak 4 Km dari gunung merapi. Pada Saat dievakuasi jenazah, posisi Mbah Marijan masih keadaan sujud dimana semua tubuhnya terdapat luka bakar semua. Yang tak kalah menarik lainnya, terdapat masjid yang berdiri kokoh dan dua ekor sapi perah di desa yg di taburi debu panas gunung berapi yang masih hidup. Sapi penghasil susu itu, masih saja tegak berdiri sampai pagi tadi. Namun, kondisi sapi ini memang mengenaskan. Dua sapi ini tetap berdiri di pinggir bangunan rumah yang sudah porak-poranda, tak ada air dan makanan di sampingnya.

mbah maridjan Mbah Marijan

letusan gunung api magma Mbah Marijan

dfcf95e7538beab54108f16d27f1995e Mbah Marijan

masjidsapi Mbah Marijan

Sekujur tubuh ke dua sapi perah itu banyak terdapat luka bakar. Sebagian kulitnya telah mengelupas dan melepuh. Menurut Kesaksian dari salah seorang Tim Evakuasi Mbah Marijan yang mendatangi wilayah kawasan ini pada Selasa (26/10/2010) malam, dua ekor sapi perah itu masih bisa melenguh. Namun Kini, dua sapi itu telah ditangani Tim SAR untuk segera diselamatkan. Sampai detik ini Total korban jiwa di Sleman akibat merapi menjadi 26 orang termasuk mbah marijan, berikut selengkapnya berdasarkan data di RS dr Sardjito:

1. Maridjan (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
2. Puji Rano (laki-laki) Palemsari, Cangkringan, Sleman
3. Tarno (laki-laki), Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
4. Yamto Utomo (laki-laki) Ngrangkang, Cangkringan, Sleman
5. Wahono (laki-laki) Palemsari, Cangkringan, Sleman (relawan lereng Merapi)
6. Sajiman (laki-laki) Kepuharjo, Cangkringan, Sleman
7. Yuniawan Wahyu Nugroho (laki-laki), Cibinong, Bogor (wartawan vivanews)
8. Emi (perempuan) Kinaherjo, Cangkringan, Sleman
9. Imam Nur Kholik (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
10.Sipon (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
11.Tutur Priyono (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman (relawan lereng Merapi)
12.Wiyono (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
13.Emy (perempuan) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
14.Imam (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
15.Andri (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
16.Imam 2 (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
17.Saworejo (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
18.Slamet Ngadiran (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
19.Nardi (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
20.Mr X (laki-laki) Cangkringan, Sleman
21.Mr X (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
22.Mr X (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
23.Mr X (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
24.Mr X (laki-laki) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
25.Mr X (bayi laki-laki ) Kinahrejo, Cangkringan, Sleman
26.Belum dikenali laki-laki atau perempuan

Komentar
  1. ady ahmed mengatakan:

    beuh… ajiibb..

    banyak yang kontroversi juga lho dalam menyikapi meninggalnya mbah maridjan…

  2. wahyu am mengatakan:

    korabannya udah lebih dari seratus sekarang😦

    pray for indonesia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s